jalandulu.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Travel Advisor

Phnom Penh-2014

E-mail Print PDF

Kuala Lumpur-->Phnom Penh, Kamis, 2 Januari 2014

Jam 4.00 dini hari taxi yang dipesan sudah siap, kami pun menuju LCCT Low Carrier Cost Transport dimana semua pesawat Airasia berangkat dari bandara ini (seperti Terminal 3 di Cengkareng). Jarak antara LCCT dan KLIA sekitar 10 km, jadi disarankan menyampaikan tujuan dengan jelas kepada Driver agar tidak salah antara ke KLIA atau LCCT. Jam 7.00 pagi kami pun terbang menuju Phnom Penh, Kamboja. Sampai di Airport kami sudah dijemput Driver minivan yang sudah kami pesan sebelumnya melalui email kepada hotel tempat kami menginap. Kami membayar USD 20/pick up service. Sopir minivan duduk di kiri, pintu masuk penumpang di sebelah kanan. Sekitar 30 menit kemudian, kami pun sampai di hotel suite home. Ternyata hotelnya sangat strategis, lokasinya di belakang 'Royal Palace' yang menjadi tempat kediaman raja kamboja. Setelah menyelesaikan proses administrasi, kami pun merencanakan jadwal kunjungan wisata bersama petugas dari hotel, sekaligus yang membantu kami bernegosiasi harga sewa Tuk Tuk dengan sopirnya (banyak Tuk Tuk yang berada di depan hotel). Setelah sepakat dengan harga sewa USD 25, kami pun pergi naik Tuk Tuk setelah menitipkan tas kepada pihak hotel. Ohya di kamboja, mata uang yang berlaku adalah USD dan Riil (mata uang kamboja). Jadi anda cukup membawa USD dan bisa transaksi dimana-mana. Tantangan lain di kamboja, toilet tidak dilengkapi dengan semprotan air.

Perjalanan pertama dimulai dengan mengunjungi National Museum yang tidak terlalu jauh dari hotel. Untuk masuk dikenakan biaya sebesar USD 5/orang. Pada malam hari jam 18.00 ada pertunjukan tari-tarian di tempat ini.

Admission Ticket USD 5/pax

@ National Museum

Dari sini, kami melanjutkan perjalanan ke Central Market, surganya belanja, waktunya membeli cinderamata. Ohya jangan lupa menawar ya, semakin banyak anda membeli semakin besar kemungkinan anda mendapatkan harga spesial. Beberapa pedagangan memahami bahasa melayu jadi anda tidak perlu khawatir, cara praktis, tawar menawar dengan menggunakan kalkulator.

Central Market

Phsa Thmey

A Place for Shopping

Puas berbelanja, kami menuju Mesjid di boeng kak lake, sayangnya mesjidnya sedang direnovasi, dan danau di sekitarnya surut karena perbaikan. Di sepanjang jalan menuju mesjid kami melihat banyak rumah makan bertuliskan 'Halal', karena sudah jam makan siang, kami memutuskan mampir di warung makan thailand yang bertuliskan "Halal." Cukup murah, saya memesan 1 mangkok besar tom yang dan 1 mangkok besar noodle cukup membayar USD 3. Minuman tawar disediakan gratis berikut es-nya. Kami pun memborong air mineral 600 ml karena disini dijual seharga USD 0,5 sementara tadi di central market harganya USD 1.

A Mosque at Boeng Kak Lake

Toilet di rumah makan ini memakai semprotan air. Karena merasa letih, kami pun kembali ke hotel dan memutuskan sholat di kamar saja. Jam 3 sore, kami meminta Tuk Tuk menjemput kami untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.

Tuk Tuk

Independent Monumen

Perjalanan kami selanjutnya adalah menikmati sunset diatas perahu di perairan sungai Mekong. Menuju ke dermaga, kami melewati taman di depan 'Royal Palace" yang berhadapan langsung dengan sungai Mekong, disana banyak terdapat burung merpati. Banyak anak-anak yang menjajakan jagung kering seharga USD 1 untuk 4 kantong plastik.

A park in front of Royal Palace

Across to Mekong River

Sebelum beranjak pergi, kami sempat membeli ice cream yang dijajakan di mobil terbuka seharga Riil 1.250/cone. Perjalanan dilanjutkan, dan sampailah kami di dermaga, menanti perahu yang akan membawa kami menyusuri sungai Mekong sambil menunggu sunset. Tepat jam 16.30 pemandu tur tiba, dan membawa kami naik ke perahu. Kami beruntung hari itu hanya kami berlima yang naik ke perahu, jadi serasa perahu milik kami saja. Hehehe

4.30 pm

Starting The Journey on Boat

USD 10/pax

Sunset on the Boat

Mekong River

Puas menikmati sunset, kami pun kembali ke hotel, istirahat. Jam 19.00 teman suami saya, Peter yang berkewarganegaraan Jerman dan sudah setahun bekerja di Phnom Penh berkesempatan dinner berasama kami. Rupanya Chandra, sangat ingin makan ayam di KFC, jadi kami pun naik Tuk Tuk berenam, berdesak-desakan dalam 1 Tuk Tuk menuju KFC di sekitar dermaga tempat kami naik perahu tadi sore, tidak terlalu jauh. Harga menu KFC tidak terlalu mahal, untuk paket nasi dan ayam seharga USD 2,8 belum termasuk minuman. Thanks to Peter who had paid for Tuk Tuk.

Wiwin-Chandra-Kiki-Riris-Aris-Peter

Last Updated on Monday, 19 May 2014 02:28  
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday35
mod_vvisit_counterYesterday42
mod_vvisit_counterThis week77
mod_vvisit_counterLast week703
mod_vvisit_counterThis month2107
mod_vvisit_counterLast month3538
mod_vvisit_counterAll days693656

We have: 34 guests online
Your IP: 54.166.188.64
 , 
Today: Nov 21, 2017

Jalan2 ke Luar Negeri


Chat Dengan Admin

Chat Dengan Alex

Chat Dengan Putut

Chat Dengan Riris

Chat Dengan Totok


Newsflash

Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.