jalandulu.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Wax Museum-Malaysia
Newsfeeds

Wax Museum-Selangor

E-mail Print PDF

Sebenarnya saya berencana ke Hongkong bersama Tetangga saya tahun 2014 ini, namun apa daya, saat tiket promo hadir, tiket Jakarta-Hongkong belum ada yang murah. Karena memang tujuan travelling untuk refreshing, jadi saya pikir, yang penting saya mendatangi destinasi baru, berharap mendapat pengalaman baru.

Airasia menggelar BIG 0, bergadang semalaman tanggal 31 Maret 2013, hasilnya saya mendapatkan tiket Kuala Lumpur-Phnom Penh untuk tanggal 2 Januari 2014, dan tiket Phnom Penh-Kuala Lumpur untuk tanggal 4 Januari 2014, total harga tiket MYR 358/2 orang PP. Kemudian tiket Kuala-Lumpur-Yogyakarta tanggal 5 Januari 2014 untuk 2 orang seharga MYR 140. Murah banget kan???? Ohya semua tiket Airasia ini belum termasuk bagasi, kursi, dll ya. Tambahan informasi bagasi Airasia 20 kg saat ini dijual MYR 40.

Setelah menginformasikan harga tiket saya kepada Tetangga saya, beliau bersedia ngikut bertiga, kebetulan promonya masih ada, jadilah tiket untuk 3 orang dengan rute dan tanggal yang sama dgn yang saya pilih. Saya membeli tiket untuk tetangga saya pada tanggal 1 April 2013.

Kemudian Tetangga saya membeli tiket Lion Air utk rute Jakarta-Kuala Lumpur untuk tanggal 1 Januari 2014, dapat harga murah juga Rp 450.000/orang all in (murah banget nih).  Panik belum dapat tiket ke Jakarta, Tetangga saya memaksa saya segera membeli tiket pulang ke Jakarta. Kebetulan ada tiket promo Garuda, jadilah saya memesan tiket Solo-Jakarta Rp 467.000/orang untuk tanggal 5 Januari 2014. Summary-nya ada Lion Air, Airasia, Garuda. Ada Kuala Lumpur (Malaysia), Phnom Penh (Kamboja), Yogyakarta (Indonesia), Solo (Indonesia). Definetly, ini akan menjadi liburan seru dengan melibatkan 5 Kota berbeda, 4 desitinasi berbeda, 3 pesawat berbeda. Keren ga tuh???? Takut Kehabisan tiket promo, akhirnya tanggal 24 April 2013 saya issued tiket Jakarta ke Kuala Lumpur seharga Rp 450.000 untuk saya dan Rp 500.000 untuk suami saya (tiket promo Rp 450.000 terpantau cuma tersedia untuk 4 seat saja).

Kehebohan terjadi saat saya menyadari harusnya saya pesan tiket Yogyakarta-Jakarta dan bukannya Solo-Jakarta. Haduhhhh!!! Untungnya Solo dan Yogyakarta tidak terlalu jauh, akhirnya pada hari H saya menyewa mobil untuk layanan drop off dari bandara Yogya ke Solo seharga Rp 350.000.

Untuk hotel saya memesan lewat BOOKING. Untuk 1 malam di Kuala Lumpur seharga Rp 220.449 (MYR 68,88) belum termasuk tax 6% dan service charge 10%, tidak ada breakfast. Untuk harga kamar di Phnom Penh kami memesan seharga Rp 608.214 (USD 62,4) untuk 3 hari 2 malam, termasuk sarapan untuk 2 orang.

Langkah selanjutnya seperti biasa, menentukan tujuan berlibur.

Akhir Oktober 2013, atau sekitar 2 bulan lagi, tetangga saya mengabarkan kalau ada wahana baru yang harus kami kunjungi di Malaysia, yaitu Red Carpet Wax Museum. Saya pun segera menjelajah internet untuk mencari tahu lebih lanjut. Mulai dari alamat menuju lokasi (I-CITY), peta rute monorail, peta rute bis,

Dan tak terasa, berbulan-bulan menunggu, akhirnya saat terbang datang juga

Jakarta, 31 Desember 2013

Waktunya packing, tak lupa mengecek ulang persiapan dokumen tiket, voucher, hotel, paspor, dan mata uang lokal yang akan digunakan di negara tujuan wisata. Pada bulan Desember 2013, kurs terpantau sekitar Rp 12.000/USD dan Rp 3.600/Ringgit Malaysia. Niat tidur cepat batal karena saya mencari masukan dan sosialisasi rute berwisata di Kamboja kepada suami saya.

Happy New Year 2014

Jakarta--->Kuala Lumpur, Rabu, 1 Januari 2014

Pukul 04.00 alarm berdering, bangun, mandi, sholat shubuh. Taxi yang kami pesan sudah menjemput pukul 5.30 wib. Tetangga saya sudah sampai di terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Pesawat jam 09.00 jadi kami harus menunggu beberapa saat hingga counter check in dibuka.

At 2D Terminal, Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Indonesia

Kami pun sempat bertemu Cak Lengky yang akan berlibur bersama keluarga ke Singapore. Rupanya waktu liburan yang kami pilih merupakan waktu favorit banyak orang untuk beribur menghabiskan waktu liburan sekolah anak. Masih ada waktu, kami pun menunggu di Lounge Citibank menikmati sarapan pagi (kalau tidak punya kartu kredit citibank platinum bayarnya Rp 100.000/orang). Akhirnya kami pun berangkat menggunakan Lion Air, pesawat delay sekitar 35 menit.

Sampai di KLIA Kuala Lumpur International Airport kami turun ke lantai 1 (pakai lift sebelah kanan) untuk menaiki 'Kuala Lumpur Express" seharga MYR 30/orang. Kalau anda berniat naik bis, turunlah di lantai 2, pool bis umum ada di seberang pintu keluar, melewati taxi dan bis besar bertulis 'Bas Persiaran.' Kereta 'KL Express' yang kami naiki sampai di stasiun KL Sentral pada hitungan menit ke-29. Setelah keluar, belok kiri, kemudian naik satu lantai, kami pun menaiki 'Rapid KL' (di Indonesia mungkin monorail) dengan mebayar MYR 1/orang untuk rute KL Sentral-Pasar Seni. Kebetulan hotel kami berlokasi di jalan Petaling yang dapat dijangkau dari stasiun Pasar Seni. Untuk membeli tiket, kami harus membeli lewat mesin (tidak disediakan lagi penjualan melalui petugas loket) adapun pecahan yang dapat digunakan MYR 1, MYR 5 dan uang koin. Jadi ada baiknya memang anda menukarkan uang pecahan kecil di Indonesia agar tidak mengalami kesulitan di negara tujuan.

KL Sentral Station Level 2, we were waiting "Rapid KL"

Sampai di stasiun Pasar Seni, kami sampai di Hotel China Town yang berada di jalan Petaling. Pengalamannya? Pasti capek naik turun tangga dengan membawa tas koper berat. Sampai hotel sudah jam 2 siang waktu setempat, sudah bisa masuk kamar. Harga yang kami pesan seharga MYR 68,8 setelah pajak kami harus membayar MYR 80/room tapi kami wajib membayar MYR 110 dimana yang MYR 30 deposit untuk kunci yang akan dikembalikan saat check out. Karena besok pagi-pagi kami harus terbang, maka kami pun memesan taxi ke bandara jam 04.00 dini hari seharga MYR 180/minivan. 20 menit kemudian, kami pun melanjutkan perjalanan, kali ini kami memutuskan untuk makan siang dahulu di semua rumah makan yang dimiliki orang melayu, pilihan makanannya banyak, disajikan secara prasmanan, dan yang palinng penting murah meriah. Harga makanan bervariasi tergantung lauk yang anda ambil. Sebagai gambaran, untuk lauk yang tertentu anda bisa membayar cukup MYR 5/orang bersama teh manis.

Various Food

Lunch

Selesai makan, kami pun kembali menuju ke Stasiun Pasar Seni. Sebenarnya di depan stasiun ada "Pasar Seni' suasananya seperti bugis junction bila anda pernah ke singapore. Disana banyak terdapat souvenir seperti yang mungkin bisa anda temui di Malioboro (Indonesia). Cuma disini harganya lebih mahal. Di stasiun kami membeli lagi tiket 'Rapid KL' menuju Stasiun KL Sentral. Dari sana kami turun ke bawah, antri di loket membeli tiket KTM (commuter) menuju 'Padang Jawa' seharga MYR 2,9/orang.

You must buy 'Rapid KL' Ticket by this machine

Heading to 'Padang Jawa' by KTM

Sekitar 10 menit kemudian, kereta komuter (seperti halnya komuter di Jakarta) datang, kami pun naik. Ternyata cukup jauh menuju lokasi tujuan kami, hampir 1 jam rasanya. Sampai di 'Padang Jawa', kami pun bergegas mencari taxi, setelah bernegosiasi dengan sopir taxi, kami pun mendapat harga MYR 15/taxi untuk menuju I-City lokasi tujuan kami. Karena kami berlima, kami pun harus memesan 2 taxi. We had no choice. Sekitar 15 menit berkendara, sampailah kami di I-city. Konsepnya seperti Dufan di Jakarta cuma lebih kecil dan lebih sepi, kami pun bergegas mencari bangunan berwarna merah, tempat 'Red Carpet' Wax Museum, kebetulan teman sma saya, Sarah sudah kesana 1 bulan yang lalu, jadi saya segera bisa mendapatkan informasi tambahan. Ohya Red Carpet, wax museum, I-City ini terletak di Negara Bagian Selangor, Malaysia. Tarif normal masuk Red Carpet MYR 100/orang akan tetapi waktu kami datang sedang ada promo diskon jadi kami hanya membayar MYR 50/orang.

Red Carpet, Wax Museum, I-City, Selangor, Malaysia

Speech

@ Red Carpet

@ Red Carpet

@ Red Carpet

@ Red Carpet

@ Red Carpet

@ Red Carpet

Keluar dari Red Carpet, kami pun memutuskan pulang naik taxi. Jadi tadi selama perjalanan dari stasiun Padang Jawa ke I-City, suami saya melakukan negosiasi harga bila kami memilih pulang ke Kuala Lumpur menggunakan taxi. Harga yang disepakati MYR 80/taxi, akhirnya kami pun menelpon taxi, meminta mereka menjemput kami. Actually, di parkiran I-City terdapat taxi stand by jadi anda bisa juga memesan taxi langsung disana. Sebagai tambahan informasi, 99% taxi di Malaysia tidak menggunakan argo jadi rata-rata mereka minta harga borongan (dua kali dari tarif argo). Alhamdulillah tidak perlu melangkah naik turun stasiun lagi, sampai di Petaling, kami kembali ke rumah makan yang tadi siang kami kunjungi, selesai makan malam, kami kembali ke hotel dan istirahat.

Last Updated on Monday, 19 May 2014 02:42  
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday41
mod_vvisit_counterYesterday42
mod_vvisit_counterThis week83
mod_vvisit_counterLast week703
mod_vvisit_counterThis month2113
mod_vvisit_counterLast month3538
mod_vvisit_counterAll days693662

We have: 40 guests online
Your IP: 54.166.188.64
 , 
Today: Nov 21, 2017

Jalan2 ke Luar Negeri


Chat Dengan Admin

Chat Dengan Alex

Chat Dengan Putut

Chat Dengan Riris

Chat Dengan Totok


Newsflash

Tour De Singkarak 2011 merupakan tahun ketiga perhelatan reli sepeda tingkat nasional dengan jarak tempuh yang harus dilalui peserta sepanjang 743.5 km. Dimulai dari Padang, reli ini akan berakhir di Danau Singkarak. Ajang ini diharapkan mampu mendongkrak pariwisata Sumatera Barat yang memiliki keindahan panorama, atraksi budaya yang menarik, dan kelezatan makanan yang terkenal di penjuru dunia, "masakan Padang."