jalandulu.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Toul Sleng-Phnom Penh

Toul Sleng Museum

E-mail Print PDF

3 Januari 2014. Masih dalam keharuan, kami pun meninggalkan Killing Field. Kembali ke Phnom Penh, sopir tuk tuk mencoba jalan pintas berbeda dengan yang kami tempuh dari Phnom Penh menuju Killing Field, kali ini lebih cepat hanya 45 menit walau jalannya banyak yang berlubang dan rusak. Tujuan kami selanjutnya ke Russian Market. Sayangnya kami tidak sempat berfoto disini, karena langsung mencari cinderamata. Kondisi lapak-lapak di Russian Market lebih rapi dan lebih tertata rapi. Sayangnya harga yang ditawarkan sangat mahal, beruntung kami sempat ke Central Market jadi kami punya perbandingan harga yang lebih pasti. Sudah Jam makan siang, kami bersyukur menemukan KFC di depan pasar, jadi kami pun makan siang disana. Sudah jam 2 siang.

Kami pun bergegas menuntaskan perjalanan wisata hari ini dengan melakukan kunjungan 'Toul Sleng Genocidal Museum'. Masuk kesini membayar USD 3/orang. Tempat ini menjadi saksi sejarah kekejaman Pol Pot terhadap warga Kamboja. Jadi bangunan yang dulunya adalah sekolah ini berubah fungsi menjadi penjara, tempat penyiksaan tahanan sebelum dibawah dan dibunuh di Kiliing Field. Dokumentasi yang berupa foto-foto korban penyiksaan terpajang disini, pria dan wanita. Sangat mengiris hati melihat kepedihan di mata wajah calon korban yang secara bergiliran dipersiapkan untuk dibawah dan dibunuh di Killing Field.

Tuol Sleng hanya salah satu dari sedikitnya 150 pusat eksekusi di Kamboja dan sebanyak 20.000 tahanan di sana tewas.

@ Toul Sleng Museum

Ohya waktu kami berkunjung disini, sedang ada pemutaran video yang isinya bercerita tentang sejarah kejatahan kemanusiaan yang berlangsung di Toul Sleng Museum. Seingat saya ada dua jadwal, pagi sekitar jam 10 dan jam 3 sore. Kami hanya sempat melihat 10 menit saja. Sungguh, tempat ini sangat tidak menyenangkan bila kita berlama-lama disana.

@ Toul Sleng Museum

Kami tidak lama disini, selain tidak mau terlalu hanyut dalam kesedihan, kami pun harus mengejar waktu sholat di hotel sebelum maghrib tiba. Sampai di hotel sebelum jam 5 sore, alhamdulillah. Patner travel saya, tetangga saya memilih menghabiskan malam terakhir di Phnom Penh dengan berjalan kaki membeli makan di KFC dan mampir ke butik dekat hotel. Saya dan suami memilih memesan makan malam di hotel dengan tarif sebesar USD 4 untuk makanan dan USD 2 untuk juice.

Last Updated on Monday, 19 May 2014 02:14  
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday9
mod_vvisit_counterYesterday42
mod_vvisit_counterThis week51
mod_vvisit_counterLast week703
mod_vvisit_counterThis month2081
mod_vvisit_counterLast month3538
mod_vvisit_counterAll days693630

We have: 9 guests online
Your IP: 54.166.188.64
 , 
Today: Nov 21, 2017

Jalan2 ke Luar Negeri


Chat Dengan Admin

Chat Dengan Alex

Chat Dengan Putut

Chat Dengan Riris

Chat Dengan Totok


Newsflash

Taman Laut Bunaken termasuk di antara 10 tempat penyelaman terpopuler di dunia. Disekitar Pulau Bunaken terdapat 12 titik penyelaman. Titik inilah yang sering dikunjungi wisatawan asing menjadi tempat paling asyik untuk menyelam dengan keindahan bawah lautnya, karena terdapat penurunan dinding karang yang terjal dan menjadi tempat makanan para ikan-ikan, goa-goa serta lekukan-lekukan yang sangat menakjubkan.